Selasa, 26 Februari 2013


VIVAnews - Menyambut datangnya malam pergantian tahun, sekitar 1.500 pendaki akan menghabiskan malam di puncak tertinggi Pulau Jawa, Gunung Semeru.

Kepala Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) Ayu Dewi Utari mengatakan, jumlah pendaki yang menghabiskan malam tahun baru di Gunung Semeru mengalami lonjakan sejak satu pekan terakhir.

Malam ini jumlah pendaki gunung yang ada di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur itu akan mencapai puncaknya. Berdasarkan data yang dimilikinya, diperkirakan lebih dari 1.500 pendaki telah memasuki kawasan Gunung Semeru dari beberapa jalur pendakian yang ada. "Dan sampai besok diperkirakan terus bertambah," ujar Ayu, Senin 31 Desember 2012.

Ayu mengatakan, menyambut malam pergantian tahun, pihaknya membuka semua jalur pendakian untuk para pendaki. Namun TNBTS melarang kegiatan pendakian dalam jumlah banyak atau rombongan.

"Kami persilakan angsung ke pos di jalur-jalur untuk melakukan pendaftaran. Namun, untuk event tidak kita berikan izin," ujarnya.

Hal itu dilakukan lantaran kondisi cuaca di gunung tersebut kurang baik dan cukup membahayakan para pendaki, untuk itu Balai besar TNBTS telah menyiagakan petugas penyelamat di sepanjang jalur pendakian.

"Kami sudah siagakan petugas penyelamat dan ada bantuan juga dari Muspika, jadi kita harapkan pendaki mematuhi apa yang telah kita anjurkan selama mendaki di Gunung Semeru," kata Ayu.

Karena cuaca buruk tersebut, pihaknya melarang pendaki naik sampai ke puncak Mahameru. Pendakian hanya dibolehkan sampai pos Kali Mati saja.

"Tidak boleh ada pendakian ke Puncak Mahameru, kita sudah berkoordinasi dengan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika, itu rekomendasi dari BMKG," tegasnya.

Selain karena faktor cuaca buruk yang tengah terjadi di kawasan Gunung Semeru, Puncak Mahameru medannya sangat berbahaya bagi para pendaki."Di puncak Mahameru terdapat gas beracun akibat aktivitas vulkanologi di kawah Mahameru, karena itu jelas sangat berbahaya," ujarnya.

Ia menegaskan, pihaknya tidak akan bertanggung jawab bila sampai ada pendaki yang nekat ingin merayakan tahun baru di puncak tertinggi gunung Semeru tersebut. "Kita buat surat pernyataan bagi semua pendaki dan jika mereka nekat naik ke Mahameru, kita tidak bertanggungjawab atas keselamatan mereka," tegasnya.

7java.net

Terimakasih atas kunjungan anda di 7java.net.

Silahakan berkomentar dengan baik dan jelas

0 komentar

Silahkan beri komentar Anda dengan bijak dan sesuai dengan topik artikel. Komentar SPAM akan segera kami hapus, dan komentar akan dipublikasikan..

Back to top